Tuhan. sungguh aku tak sanggup lagi. Aku berada di satu jalan dimana aku tak bisa maju lagi ataupun mundur. Karena tak ada pilihan yang bisa kupilih. Jika kuakhiri ini semua, aku takut Tuhan.. Aku takut. Bila ini semua kuteruskan, aku tahu aku akan menderita. Tetapi, bila kuakhiri semua ini, aku tahu aku akan merasa amat sangat terluka.
KomentarArtikel : Sudahkan kita mempersiapkann kematian? Mempersiapkan bekal di akhirat kelak? Atau justru kita termasuk orang-orang yang merugi?
Denganimpian kita akan tau dimana kita di dunia ini? titik akhir dari perjuangan. Dan segera setelah Diri Anda andalah makhluk Tuhan yang mencapai impian itu, kita dapat paling sempurna. Takdir Anda adalah menggantikannya dengan impian lain yang mengabdikan dirinya. Menyerukan namanya di belum tercapai. dunia ini.
Oleh Muhammad Prabasworo jihwakir Mengagumkan bukan jika masing masing kita mempunyai kesadaran yang jernih dalam memahami hakekat kehidupan. Me
Kalenderkecil di sudut permukaan jam menginformasikan padaku hari ini tanggal tiga belas September. Hanya mimpi, tapi di satu sisi setidaknya mimpi itu cukup meramalkan apa yang bakal terjadi di masa mendatang. Hari ini hari ulang tahunku. Aku genap delapan belas tahun. Berbulan-bulan lamanya aku sangat takut menantikan datangnya hari ini.
Berikutbeberapa kata-kata sakit hati karena cemburu. Ketika kamu sedang mencintai orang yang dincintai banyak orang, ini sangat sulit. Silahkan bersenang-senang bersamanya, tapi saat kau sudah tidak senang jangan datang kesini. Jika kau hanya ingin mengusir penat dan kebosanan bersamamu, pergi saja.
Dulukau tawarkan Manisnya janjimu Yang ku sambut itu Dengan segenap hatiku Bila. Intro Am Em F C. Tiara Vania Lestari On Twitter Lirik Lagu Surat Cinta Untuk Strala Https T Co 9pfngtpm7s Twitter Namun bila waktuku telah habis dengannya.. Berikut ini adalah lirik dan chord lagu Sampai Kau Jadi Milikku dari Judika. Biar cinta hidup skali ini saja.
Kurasaini adalah kata-kata yang pesimis, aku tahu itu namun aku tak bisa memungkiri kata-kata itu. kita hidup di dunia dan bukanlah di Surga yang penuh dengan keindahan. Aku mencoba untuk bangkit dan tetap semangat namun sindiran-sindiran itu selalu muncul dan datang dengan bentuk yang berbeda.
ituberarti kamu harus menjadi seorang putri plastik, kalian hidup di dunia nyata, kalian tau siapa kalian, kalian bukanlah Barbie idiot yang tanpa otak" Barbie idiot tanpa otak!oke, Ghie adalah cewek yang cantik, dia emang bukan versi dumb blonde bermata biru, yang pasti dia punya otak mengingat sumbangannnya untuk deretan
Namunkau tak tahu di mana Jumat aku putuskan ini hari terakhirku Bagiku untuk meratapi kamu Yang kusadari sebagai penguat hati dari penggangu ini adalah kemampuan untuk tidak membiasakan diri tergantung kepada orang lain terutama laki-laki untuk membantu segala hal yang berkaiatan dengan hidupku, karena rasa terbiasa itu lambat laun akan
rLYnG. Post Views 319 Oleh Lia Nathalia “…The day I died was the best day of my life,” lirik lagu The Day I Died dari Just Jack terasa relevan hari-hari ini. Kematian begitu dekat. Namun kematian seperti apa yang akan terjadi pada tiap individu adalah rahasia. Kabar duka yang datang silih berganti dari orang-orang yang kita kenal, bahkan orang-orang terkasih kita, makin menyadarkan kita bahwa kematian itu bisa datang kapan saja. Andai saya diberi tahu kapan saya akan meninggal, saya ingin memanfaatkan waktu itu dengan sebaik-baiknya. Saya kemudian berandai-andai. Andai saya diberi waktu 1×24 jam saja sebelum ajal menjemput, apa yang akan saya lakukan? Rasanya tak akan cukup, tapi katakanlah kalau saya hanya punya waktu 24 jam saja, apakah akan saya sempatkan beristirahat? Tentu tidak. Andai saya diberi waktu 24 jam saja sebelum detik terakhir jiwa dikandung raga, saya ingin hari itu adalah hari terbaik dalam hidup saya seperti lirik lagu The Day I Died. Tapi apa yang akan membuat hari saya menjadi hari paling bahagia sepanjang hidup saya? Saya hobinya makan makanan enak, travelling, bertemu banyak teman. Yang mana yang harus saya prioritaskan? Di kepala saya mulai merancang banyak hal tapi rasanya semuanya sama penting. Di mana saya ingin meninggal? Siapa-siapa saja yang saya ingin ada bersama saya di saat-saat napas terakhir saya? Bahkan saya memikirkan pakaian apa yang sebaiknya saya kenakan pada saat maut menjemput saya. Semuanya berseliweran tanpa kepastian. Rasanya, saya harus mulai membuat daftar dari sekarang. Kalau hari ini adalah hari terakhir saya hidup, yang ingin saya lakukan sederhana. Saya ingin berada di sebuah tempat indah di tepi laut yang dekat dengan sungai yang jernih dan di latar belakangnya ada gunung-gunung menjulang. Cukup di dalam sebuah tenda kecil, di mana saya bisa memandang laut dengan leluasa, burung-burung laut terbang dan sesekali melesat ke laut memangsa ikan. Mendengar musik nyanyian ombak dengan bau aroma angin laut yang segar. Tak perlu ditemani siapa-siapa, cukup sendirian. Kemudian menelpon satu atau dua orang terdekat, mengucapkan salam sana juga saya bisa menikmati indahnya matahari terbenam, sambil menyalakan api unggun untuk membakar ikan laut yang siap disantap dengan buah-buahan. Bintang-bintang akan terlihat bertaburan dengan indah kalau dinikmati dari tepi laut. Waktu yang tersisa adalah waktu yang diperuntukkan untuk kontemplasi diri, mensyukuri apa yang sudah diberikan alam dan sesama manusia. Kenangan suka duka, biarkan berseliweran dalam perenungan diri, agar pada akhirnya bisa mensyukuri kebesaran Tuhan, Sang Pemberi Hidup. Saya rasa, rencana ini sudah cukup baik. Saya hanya perlu mencari, di mana kira-kira tempat yang cocok sesuai angan-angan saya itu. Dan sebelum itu, saya hanya perlu selalu berjalan maju, berbuat baik selagi masih bernapas, hingga bila tiba waktunya, tak ada penyesalan di hati. Photo by Pars Sahin on Unsplash
Tuhan beri kita suaraMaka bernyanyilahSenyum di fajar bahagia di senjaMaka bergembiralahSambutlah indahnya esok hariSyukuri cerita yang telah pergiBenih cinta di waktu laluBebuah kasih terlahir baruSemesta tak pernah diamBisikan doa di telinga alamSambutlah indahnya esok hariSyukuri cerita yang telah pergiWarnai hari lukis duniaAsah naluri gapai bahagiaDamaikan diri gapai semestaLahirkan keajaiban dari tangan muBurung camar menari di pantaiBeri tanda badai telah uasaiSegera lepas tali sampanmuDayung kemanapun kau mauLucuti rantai membelengguBuka hati menata hari baruHow to Format LyricsType out all lyrics, even repeating song parts like the chorusLyrics should be broken down into individual linesUse section headers above different song parts like [Verse], [Chorus], italics lyric and bold lyric to distinguish between different vocalists in the same song partIf you don’t understand a lyric, use [?]To learn more, check out our transcription guide or visit our transcribers forum
Gisele NascimentoTua PresençaAo findar o labor desta vidaQuando a morte ao teu lado chegarQue destino há de ter tua almaQual será no futuro teu larMeu amigo hoje tu tens a escolhaVida ou morte tu vais aceitarAmanhã pode ser muito tardeHoje Cristo te quer libertarTu procuras a paz neste mundoEm prazeres que passam em vãoMas na última hora da vidaeles já não te satisfarãoSe decides deixar teus pecadose entregar sua vida a JesusTrilharás sim na última horaUm caminho brilhante de luzCompositor AddrOuça estações relacionadas a Gisele Nascimento no