Materialyang digunakan untuk penelitian ini menggunakan baja karbon rendah (< 0.3 %C) dan baja karbon menengah (0.3 0.6 %C) [3]. Sedangkan bahan penyekat dalam proses karburising setempat ini menggunakan bahan tanah liat tahan api yang mempunyai koefisien perpindahan panas dan konduktifitas termal yang kurang baik dan mempunyai titik lebur MenggunakanEkstraktor Multi-feed sebagai Komponen Sentral Proses 150.000.000 2 Hakun Wirawasista Aparamarta, S.T., M.MT., Ph.D. Teknik Kimia Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem Pemurnian Pektin dan Glukomanan sebagai Alternatif Gelatin Mamalia 50.000.000 3 Prof. Iwan Vanany, ST., M.T., Ph.D. Teknik Sistem dan Industri Fakultas CetakFlexography menggunakan acuan cetak berupa pelat yang terbuat dari karet, photopolymer atau bahan flexible lainnya. Mesin cetak flexo ini merupakan mesin yang infeednya berupa kertas lembaran (sheet). Pada umunya mesin cetak jenis ini di pergunakan untuk Corrugated Box. Metoda printing corrugated box menggunakan teknik flexography Plastikdapat digunakan sebagai lantai kerja cor beton yang berhubungan dengan tanah, fungsinya yaitu untuk menahan agar air semen tidak keluar karena merembes kedalam tanah, penggunaan plastik tergolong sebagai inovasi baru menggantikan material lantai kerja sebelumnya berupa screed atau cor beton berkualitas rendah. tentunya akan ada keuntungan Bahandasar polikarbonat yang berbeda membuatnya tidak getas meskipun terus menerus dijemur. Lembaran yang Fleksibel Sebagai material bangunan, polikarbonat dibuat dalam bentuk lembaran berukuran 2,1m x 11m. ketebalan dan bentuk yang tersedia cukup beragam. Ada yang berupa lembaran bergelombang, lembaran datar, serta lembaran berongga. Haikal– Pengadaan Material Proyek Konstruksi.. - 191 - PENGADAAN MATERIAL PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN TEKNIK PEMESANAN EOQ DAN PPB MUHAMAD HAIKAL Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indraprasta PGRI Jl. Nangka No. 58 C, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12530 Suhumenjadi faktor yang sangat penting dalam proses manufaktur, karena sifat material merupakan fungsi dari suhu. Proses kerja dalam membentuk dibagi menjadi tiga bagian pada dasar-dasar suhu: 1. Kerja dingin. 2. Kerja hangat. 3. Kerja panas. telahdikembangkan oleh Tittchai (2007:6) Hot textile merupakan teknik pemanasan dengan menggunakan alat yang dapat menghantarkan panas, yang menghasilkan lembaran tekstil baru. Teknik hot textile ini dilakukan pada berbagai material di antaranya yaitu serat sintetis dan natural, serta material plastik yang dipanaskan secara bersamaan. Untukpekerjaan lembaran logam yang tipis, pengelasan TIG dapat digunakan tanpa filler logam. Untuk pekerjaan dengan lembaran logam yang lebih tebal atau ketika menggabungkan bahan yang berbeda, filler logam digunakan dalam bentuk kawat batangan atau kawat gulungan yang dipasok oleh alat pengumpan yang terpisah biasanya tanpa arus listrik. Cladding– Istilah cladding mungkin belum begitu akrab di telinga masyarakat.Namun, dalam pengaplikasiannya, ternyata teknik cladding sudah sangat awam dilakukan dalam konstruksi rumah atau bangunan. Masyarakat kita mungkin lebih sering mendengar istilah dinding lembaran yang kemudian langsung merujuk pada jenis material 9WF2j. Berikut ini beberapa teknik produksi kerajinan fungsional berbahan limbah yang perlu kita kuasai. Untuk masing-masing bahan limbah dengan karakter material yang berbeda-beda memerlukan teknik yang berbeda pula. 1. TAHAPAN PRODUKSI Ada 4 tahap yang kita lewati dalam proses produksi. Tahapan tersebut adalah yaitu pengolahan bahan pembentukan, prakitan dan finishing. Didalam praktiknya untuk pembuatan produk dan bahan material yang berbeda maka teknik yang kita lakukan pun juga berbeda sesuai dengan masing-masing karakter bahan material yang kita pergunakan dan desain atau rancanagan produk yang kita inginkan. Tahap pengolahan bahan yaitu menyiapkan dan menyediakan bahan baku yang berkualitas baik dan sesuai dengan produk yang akan kita buat sehingga siap untuk diproduksi. Misalnya pada pembuatan produk siwur, siwur biasanya dibuat dari bahan tempurung kelapa yang diberi pegangan kelapa yang digunakan setidaknya separuh lebih, dibagian salah satu atas berlubang, lalu pada bagian tengah dilubangi sebagai tempat untuk memasukan dan mengikatkan bambu pegangan. Bahan yang kita pergunakan adalah batok kelapa dan potongan kayu atau bambu. proses pengolahan bahan yang kita lakukan yaitu dengan membersihkan batok kelapa dengan peralatan yang sesuai misalnya memakai pisau. Memotong kayu atau bambu sesuai dengan kebutuhan yang kita inginkan serta proses pembentukan sesuai dengan produk yang kita buat. Selanjutnya adalah prakitan yaitu menyambungkan batok kelapa dengan kayu untuk pegangannya, sedangkan untuk finishing yang merupakan tahap terakhir sebelum dikemas tujuannya agar produk yang kita buat tampak baik, nyaman dipakai dan awet misalnya dengan di ampelas supaya terlihat rapi dan bersih sehingga menarik bagi calon konsumen. 2. TEKNIK DAN ALAT PRODUKSI Teknik yang kita gunakan dalam tahapan produksi berbeda-beda sesuai dengan karakter material dari bahan yang kita pergunakan dan desain rancangan produk yang akan kita hasilkan untuk menghasilkan produk fungsional yang kuat dan awet diperlukan teknik produksi yang benar. Teknik-teknik tersebut diantaranya yaitu a. Teknik pembentukan dengan penganyaman Produk fungsional yang menggunakan bahan material berupa lembaran-lembaran misalnya kertas atau yang membentuk silinder seperti potongan kemasan sachet yang banyak terdapat di sekitar kita dapat menggunakan teknik anyaman. b. Teknik pembentukan dengan potongan Di dalam proses pembuatan produk fungsional kita dapat melakukan pemotongan dengan alat potong yang sesuai dengan bahan atau material yang kita pergunakan. Alat pemotong seperti gergaji dapat kita pergunakan untuk memotong bahan material yang memiliki karakter solid seperti kayu, bambu, batok kelapa, dan plastik tebal. Gunting dapat digunakan untuk memotong benda material misalnya kertas dengan arah yang lurus atau melengkung. Untuk pembentukan bahan selain mempergunakan alat gunting, kita juga dapat memafaatkan alat yang berupa mesin bor atau gerinda. MENALAR. Coba amati dan cermati menurut penalaran kamu mengapa untuk banhan material berupa lembaran-lembaran misalnya kertas menggunakan teknik pembentukan dengan penganyaman! c. Teknik penyambungan Teknik sambungan dapat mempergunakn bahan seperti lem, benang atau pasak. Pemilihan jenis lem yang kita pergunakan disesuaikan dengan bahan material yang akan kita sambungkan. Teknik penyambungaan sangat penting dan perlu kita perhatikan karena akan menentukan kekuatan dari konstruksi yang kita rangkai. d. Teknik finishing Teknik finishing merupakan teknik terakhir yang kita lakukan agar produk menjadi awet, terlihat rapih dan menarik. Teknik finishing yang kita lakukan berbeda-beda sesuai dengan jenis produk dan materialnya. Misalnya untuk material alami seperti kayu atau bambu kita dapat melakukan teknik finishing dengan pelapisan permukaan dengan menggunakn alat kuas. 3. METODE PRODUKSI DAN KESELAMATAN KERJA Ada 2 metode produksi yang kita kenal selam ini yaitu metode tradisional dan metode modern. Metode modern memilii beberapa kelebihan dan beberapa keunggulan dibanding metode tradisional, diantaranya waktu yang dipergunakan untuk proses produksi lebih cepat dan efisien sehingga lebih cocok untuk produksi masal atu jumlah banyak. Selain itu produk yang dihasilkan juga dapat mencapai standar bentuk yang sama. K3 kesehatan dan keselamatan kerja Perlu diperhatikan dengan serius demi kelancaran kegiatan proses produksi yang kita lakukan. K3 dibuat dengan menyesuaikan bahan, alat, dan proses produksi yang digunakan, sehingga k3 yang dilakukan untuk proses produksi yang berbeda menggunakan bahan, alat, dan proses produksi yang berbeda dan k3 yang dilakukan menjadi berbeda. Baca juga Langkah-langkah perancangan desain produksi Proses pembentukan logam sering dilakukan sebagai bagian dari serangkaian proses manufaktur. Proses ini dilakukan sebagai teknik mengubah bentuk logam dari suatu bentuk menjadi bentuk lainnya sesuai keinginan. Dan terdapat macam-macam proses pembentukan logam yang umum diterapkan. Apa saja ? Yuk simak selengkapnya berikut ini. Pengertian Lebih Lanjut Pembentukan Logam Sebelum membahas macam-macam proses yang ada dalam pembentukan logam, sebaiknya anda memahami terlebih dahulu pengertian pembentukan logam itu sendiri. Dimana proses ini dilakukan dengan memberikan gaya luar pada logam, sehingga terjadilah deformasi plastis dan mengubahnya menjadi bentuk yang diinginkan. Tujuan utama dari pembentukan logam bukan hanya mengubah bentuk benda kerja menjadi bentuk sesuai keinginan. Namun proses pembentukan logam ini juga dilakukan sebagai upaya memperbaiki sifat benda kerja dengan melakukan perbaikan pada struktur mikronya. Selain itu, proses ini juga dapat menambah kekuatan mekanik pada benda logam dan lain sebagainya. Proses Pembentukan Logam Casting Macam-macam proses pembentukan logam yang pertama yaitu casting ata teknik pengecoran. Teknik ini dilakukan dengan cara mencairkan logam kemudian menuangkannya ke dalam cetakan. Sehingga logam yang sudah berbentuk cairan akan mengisi semua rongga cetakan yang ada. Nantinya setelah logam cair mulai membeku, maka akan menghasilkan bentuk yang sama dengan bentuk rongga cetakan. Dalam hal ini, logam dicairkan dengan cara pemanasan dan tekanan. Dimana logam cair yang sudah dibuat akan didorong masuk ke dalam mould chamber. Alhasil seperti yang telah disebutkan, benda dari logam yang sebangun dengan model cetakan akan terbentuk. Proses casting sendiri bisa dilakukan dengan beberapa teknik seperti die casting, centrifugal, investment casting, dan teknik gravitasi. Adapun contoh pengubahan dan pembentukan logam menggunakan teknik casting antara lain casing pompa, beam blank, billet, bloom, pencetakan slab, pencetakan ingot, dan strip dalam mesin cetak kontinyu. Forging Sesuai dengan namanya, proses pembentukan logam dengan cara forging atau penempaan dilakukan dengan cara benda kerja ditekan di antara dua die atau cetakan. Dimana penakanan tersebut bisa dilakukan dengan tekanan berangsur angsur atau perlahan, maupun dengan tekanan kejut. Sehingga melalui proses penekanan ini nantinya akan dihasilkan bentuk benda kerja yang sesuai dengan keinginan. Bisa dibilang bahwa macam macam proses pembentukan logam dengan cara forging ini adalah jenis pengerjaan yang paling tua. Karena berdasarkan catatan yang ada, proses forging terhadap telah dilakukan sejak kurang lebih tahun sebelum masehi. Meski saat itu kebanyakan penempaan yang dilakukan lebih berpusat untuk membuat perhiasan dan koin. Lalu seiring berjalannya waktu mulai dilakukan pada berbagai jenis pengerjaan, termasuk logam. Forging sendiri berdasarkan temperatur kerjanya bisa dibagi menjadi dua jenis yakni cold forging dan hot forging atau warm forging. Untuk cold forging, merupakan proses pengerjaan logam dengan cara penempaan di suhu ruang. Karena logam yang dingin mempunyai kekuatan jauh lebih besar ketimbang logam panas, proses cold forging memerlukan gaya yang jauh lebih besar. Selain itu, logam yang dikerjakan dengan penempaan dingin ini harus mempunyai sifat mampu bentuk yang tinggi pada suhu ruang. Sementara itu, hot forging adalah proses penempaan logam yang dilakukan pada suhu tinggi. Adapun proses ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan sifat mampu bentuk logam dan mengurangi kekuatannya. Ketika bekerja dengan hot forging, maka gaya yang diperlukan akan lebih kecil ketimbang cold forging. Namun perlu diketahui bahwa kualitas permukaannya bisa lebih buruk dari cold forging. Selain itu, berdasarkan derajat pembatasan arah aliran benda kerja oleh cetakan, teknik forging dapat dibagi lagi menjadi tiga jenis yaitu open-die forging, impression-die forging, dan flashless forging. Bahkan selain ketiga jenis ini ada lagi jenis penempaan yang dikenal sebagai precision forging. Dimana precision forging mampu menghasilkan produk yang jauh lebih presisi. Rolling Macam-macam proses pembentukan logam lainnya yaitu rolling. Cara ini termasuk ke dalam proses bulk deformation, yaitu mengubah bentuk benda kerja secara signifikan dan besar besaran. Dimana proses tersebut mempunyai karakteristik yaitu perbandingan antara volume dan luas permukaan bidang benda kerjanya relatif kecil. Dan rolling sendiri merupakan proses kompresi atau penekanan yang dilakukan dengan tujuan mengurangi ketebalan slab. Caranya yaitu dengan menggunakan sepasang mekanisme roller. Yang mana pengerjaan rolling juga terbagi menjadi dua jenis yaitu cold rolling dan hot rolling. Untuk cold rolling atau cold roller, mempunyai ciri toleransinya rendah dan mempunyai permukaan akhir yang jauh lebih baik atau halus. Sedangkan proses pengerjaan yang dilakukan melalui cara hot rolled mempunyai ciri sebaliknya, seperti gaya rol rendah, toleransi tinggi, permukaan kasar, dan umumnya untuk deformasi plastik yang besar. Drawing Drawing merupakan salah satu dari macam macam proses pembentukan logam yang dilakukan terhadap material dengan bentuk lembaran. Seperti baja, emas, perak, tembaga, stainless steel, aluminium, maupun titanium dapat dibentuk melalui proses drawing yang dilakukan dengan menekan material benda kerja. Penekanan terhadap material yang berupa lembaran ini disebut dengan blank, dan mengakibatkan terjadinya peregangan mengikuti bentuk dies. Alhasil bentuk akhir dari benda logam nantinya akan ditentukan oleh die sebagai penahan benda kerja dan punch sebagai penekan itu sendiri. Proses drawing umumnya berjalan dengan melalui 4 langkah, yaitu kontak awal, bending, straightening, dan compression. Pertama tama punck bergerak dari atas ke bawah dan blank dipegang oleh nest supaya tidak bergeser. Kontak awal di sini akan terjadi apabila bagian bagian dari die set saling menyentuh blank. Kemudian lembaran logam akan mengalami proses bending, yang merupakan proses pertama pada rangkaian pembentukan drawing. Di sini posisi punck akan lebih dalam melebihi jari jari die, sementara posisi die sendiri tetap tidak bergerak. Gabungan antara kedua gaya tersebut akan menyebabkan material mengalami peregangan dan daerah terluar mengalami kompresi arah radial. Berlanjut ke tahap straightening, punck melewati radius die dan gerakannya mengarah ke bawah serta menghasilkan pelurusan sepanjang dinding die. Dari proses tersebut bentuk silinder sesuai dengan bentuk die dan punch akan tercipta. Lalu dilanjutkan dengan compression yang membuat daerah blank pada blankholder mengalami kompresi arah radial mengikuti bentuk die. Extrusion Macam-macam proses pembentukan logam berikutnya yang akan dibahas yaitu extrusion. Proses ini bertujuan untuk mereduksi atau mengecilkan penampang, caranya yaitu dengan menekan bahan logam menggunakan gaya tekan relative besar melalui rongga cetakan. Biasanya, proses extrusion dilakukan untuk membuat tabung berongga, batang silinder, dan lain sebagainya. Adapun proses ekstrusi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu langsung atau searah dan tak langsung awal berlawanan. Ekstrusi langsung nantinya akan menghasilkan produk yang keluar searah dengan gaya tekan dan gerakan penekan. Sementara ekstrusi berlawanan akan menghasilkan produk yang keluar berlawanan dengan arah gaya tekan. Info Lainnya Apa saja Material Valve? Ini Penjelasan, Kelebihan dan Kekurangannya Kesimpulan Itulah beberapa macam proses pembentukan logam yang umum dilakukan. Proses pembentukan logam memang dapat dilakukan dengan berbagai cara dalam manufaktur. Anda bisa memilih salah satu yang sesuai dengan kebutuhan, sebab setiap proses memiliki karakteristik sendiri yang nantinya dapat mempengaruhi produk yang dihasilkan. Informasi Umum Kode Klasifikasi - Textiles, Technigues, Procedurs, Apparatus, Equipment Materials, Products Jenis Karya Ilmiah - Skripsi S1 - Reference Subjek Fashion Design Informasi Lainnya Abstraksi Fenomena sisik ikan jenis kakap yang menjadi limbah karena belum diolah secara maksimal menjadi produk yang memiliki nilai jual dan nilai estetis yang tinggi di Pulau Batam, yaitu mencapai 700kg-1ton/bulan. Selain itu adanya material alternatif beading payet yang berasal dari bahan alami yang berpotensi untuk diolah dan digunakan serta diaplikasikan ke dalam busana sebagai embellishment. Pengolahan sisik ikan kakap menjadi topik dalam penelitian ini, karena belum bervariasinya produk dari limbah sisik ikan kakap di Batam. Untuk mendapatkan variasi produk yang memiliki nilai jual dan estetis yang tinggi, dibutuhkan eksplorasi berupa lembaran-lembaran menggunakan teknik surface design. Penelitian ini menggunakan metode wawancara yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber dari Balai Perikanan Budi daya Laut Batam dan salah seorang pedagang ikan yang berada di Pasar Tradisional Kota Batam. Melakukan metode studi pustaka yaitu dengan mencari data melalui jurnal, artikel dan internet, metode observasi yaitu dengan mengamati sebuah kejadian secara langsung dan metode eksperimen yaitu dengan melakukan percobaan terhadap suatu objek yang dapat memberikan sebuah fakta. Hasil eksplorasi menggunakan sisik ikan kakap yang telah melewati proses pembersihan kemudian dijahit menggunakan jarum khusus payet dan mnggunakan bordir manual. Sisik ikan kakap disusun dengan membentuk formasi bunga menyesuaikan dengan moodboard yang telah dibuat dengan menggunakan warna dominan putih dan pink. Selain itu, penggunaan teknik bordir menjadi teknik pendukung dalam pembuatan produk dan untuk mendapatkan visualisasi konsep yang sudah ditentukan. Kata kunci limbah, sisik, ikan, beading payet, bordir Fenomena sisik ikan jenis kakap yang menjadi limbah karena belum diolah secara maksimal menjadi produk yang memiliki nilai jual dan nilai estetis yang tinggi di Pulau Batam, yaitu mencapai 700kg-1ton/bulan. Selain itu adanya material alternatif beading payet yang berasal dari bahan alami yang berpotensi untuk diolah dan digunakan serta diaplikasikan ke dalam busana sebagai embellishment. Pengolahan sisik ikan kakap menjadi topik dalam penelitian ini, karena belum bervariasinya produk dari limbah sisik ikan kakap di Batam. Untuk mendapatkan variasi produk yang memiliki nilai jual dan estetis yang tinggi, dibutuhkan eksplorasi berupa lembaran-lembaran menggunakan teknik surface design. Penelitian ini menggunakan metode wawancara yaitu dengan melakukan wawancara secara langsung kepada narasumber dari Balai Perikanan Budi daya Laut Batam dan salah seorang pedagang ikan yang berada di Pasar Tradisional Kota Batam. Melakukan metode studi pustaka yaitu dengan mencari data melalui jurnal, artikel dan internet, metode observasi yaitu dengan mengamati sebuah kejadian secara langsung dan metode eksperimen yaitu dengan melakukan percobaan terhadap suatu objek yang dapat memberikan sebuah fakta. Hasil eksplorasi menggunakan sisik ikan kakap yang telah melewati proses pembersihan kemudian dijahit menggunakan jarum khusus payet dan mnggunakan bordir manual. Sisik ikan kakap disusun dengan membentuk formasi bunga menyesuaikan dengan moodboard yang telah dibuat dengan menggunakan warna dominan putih dan pink. Selain itu, penggunaan teknik bordir menjadi teknik pendukung dalam pembuatan produk dan untuk mendapatkan visualisasi konsep yang sudah ditentukan. Kata kunci limbah, sisik, ikan, beading payet, bordir TCG2B3 - REKALATAR TEKSTIL Koleksi & Sirkulasi Tersedia 1 dari total 1 Koleksi