The founder of Majelis Al-Muwasholah was based on Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz ’s advice (known as Habib Umar bin Hafizh) from Hadhramaut, Yemen. Ratib ini disusun oleh salah seorang ulama terkemuka dari Hadramaut, yakni Abdullah bin ‘Alawi bin Muhammad al-Haddad. Beliau merupakan salah seorang seorang mujaddid (pembaharu) di masanya. Karya tulis beliau terbilang cukup banyak dan tersebar di berbagai penjuru dunia, di antaranya adalah an-Nashaih ad-Diniyah , Risalah al-Mu’awanah, an Ayah Habib Abdullah, yaitu Habib Alwi bin Syihab, di kala menuntut ilmu, melazimi Habib Abdurrahman Al-Masyhur selaku mudir rubat Tarim, mufti Hadramaut sekaligus penulis kitab Bughyatul Mustarsyidin, kitab yang mencakup kumpulan fatwa-fatwa ulama Hadramaut. Di kala itu, Habib Alwi berperan sebagai khadim (orang yang suka berkhidmah) kepada Al Habib Abdullah bin Mukhsin. bin Muhammad. bin Abdullah. bin Muhammad bin Mukhsin bin Al-Quthb Husen bin Syekh Al Quthb Anfas Al Habib Umar bin Abdurrohman Al Aththas × Beranda Pesantren Indeks Pesantren [A-Z] Daftar Lembaga Pendidikan Lainnya Perguruan Tinggi Sekolah Islam Panti Asuhan List Pesantren [Update Terbaru] Laporan Donasi Tanpa Kutip Dalam situs nu.or.id yang diakses detikJateng pada Selasa (15/11/2022) disebutkan, Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi adalah putra kandung Habib Ali. Habib Alwi berdakwah ke Indonesia dan akhirnya mendirikan Masjid Riyadh di Solo pada 1355 H atau tahun 1933. Nama masjid itu sama dengan nama masjid yang didirikan ayahnya di Hadhramaut, yaitu Masjid Para habib itu mendirikan majelis-majelis ilmu dan aktif pergerakan atau berjuang melawan penjajah Belanda. Berikut ini 5 habib yang memiliki peran dalam kemerdekaan RI: 1. Habib Ali Kwitang. Habib Ali Kwitang memiliki nama lengkap Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsyi. Habib Ali lahir di Kwitang, Batavia, 20 April 1870 dari pasangan Abdurrahman Lambang terukir: Dalam mengisahkan manaqib Habib Noh bin Muhamad Alhabsyi yang syahir. Singapore: Masjid Al'Firdaus, p. 38. (Call no.: Malay RSING 297.4092 LAM); Muhammad Ghouse Khan Surattee. (2008). The grand saint of Singapore: The life of Habib Nuh bin Muhammad Al-Habshi. Singapore: Masjid Al-Firdaus, p. 32. (Call no.: RSING 297.4092 GRA) 5. Akhlaq beliau adalah sebagaimana akhlaq kakeknya al-Habib Abdullah Ba’alawi bin Alwi al-Ghuyyur bin Muhammad al-Faqih al-Muqaddam yang memiliki sifat-sifat zuhud, wara’, hafal al-Qur’an, alim, banyak beribadah, semangat dalam mengerjakan amal kebajikan, berkhidmat untuk lingkungannya, selalu disibukkan oleh dzikir kepada Allah SWT Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad (Mbah Priok) – Koja, Terminal Peti Kemas Tanjung Priok Jakarta Utara Habib Husein bin Abubakar Alaydrus – Jl. Luar Batang V Penjaringan Jakarta Utara Habib Salim bin Sumair Al-Hadhromi (Pengarang kitab Safinah) – di bawah Mihrab Masjid Al-Ma’mur Tanah Abang Jakarta Habib Ahmad bin Alwi bin Hasan bin Abdullah Al-Haddad Qurfha was born in Qurfha, Hadramaut, Tarim, Yemen, on 26 Shaban 1254 H coinciding with November 14, 1838. He studied with his own father Al Habib Alwi Al Haddad, Al Habib Ali Bin Husein Al Haddad, Al Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi, and to the sacred Habib Empang Bogor, Al Habib XIvz.